GLOBALBUSINESS.ID, Jakarta – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa peran pemimpin perusahaan menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan transformasi Badan Usaha Milik Negara. Penegasan tersebut disampaikan dalam agenda Danantara CEO Program Angkatan I belum lama ini.
Menurut Dony, seorang CEO tidak hanya bertugas menjalankan operasional perusahaan sehari-hari. Pemimpin perusahaan juga harus memahami kondisi bisnis saat ini sekaligus mampu merancang arah masa depan perusahaan secara jelas dan terukur.
Ia menilai keberhasilan transformasi sangat bergantung pada kemampuan CEO dalam membaca tantangan industri, mengenali peluang pasar, serta membangun visi jangka panjang yang relevan dengan dinamika global.
“Seorang CEO harus memahami current situation perusahaan dan mendesain future outlook perusahaan,” ujar Dony.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan strategis menjadi fondasi penting dalam mempercepat perubahan di lingkungan BUMN. Di tengah persaingan industri yang semakin kompleks, perusahaan membutuhkan pemimpin yang mampu bergerak cepat dan adaptif.
Selain memiliki visi kuat, CEO juga harus mampu mengomunikasikan arah perubahan kepada seluruh elemen organisasi. Menurut Dony, transformasi tidak akan berjalan efektif apabila hanya menjadi agenda manajemen tanpa dukungan seluruh insan perusahaan.
Arah Transformasi BUMN Perlu Dukungan
Dalam pemaparannya, Dony menjelaskan bahwa perubahan organisasi membutuhkan kombinasi antara pendekatan top-down dan proses buy-in di seluruh level perusahaan.
Instruksi dari pimpinan memang penting untuk mempercepat eksekusi transformasi. Namun, proses komunikasi yang terbuka juga menjadi faktor penting agar seluruh karyawan memahami tujuan perubahan tersebut.
Menurutnya, organisasi akan bergerak lebih solid ketika setiap individu memiliki keyakinan yang sama terhadap arah perusahaan.
“Perubahan harus dilakukan dengan top-down approach, tetapi pada saat yang sama perlu komunikasi untuk membangun buy-in process,” jelasnya.
Dony menilai banyak program transformasi gagal karena pemimpin tidak terlibat langsung dalam proses implementasi. Ia menyebut tingkat kegagalan transformasi perusahaan secara global masih cukup tinggi.
Karena itu, CEO harus hadir sebagai motor penggerak utama dalam setiap tahapan perubahan bisnis. Kepemimpinan yang aktif dan konsisten akan memperkuat kepercayaan organisasi terhadap agenda transformasi.
Ia menegaskan bahwa pemimpin perusahaan tidak cukup hanya membuat kebijakan. CEO juga harus memimpin langsung proses eksekusi agar transformasi berjalan sesuai target.
BP BUMN bersama Danantara Indonesia terus memperkuat pengembangan kepemimpinan di lingkungan BUMN melalui berbagai program strategis. Langkah tersebut bertujuan menciptakan pemimpin perusahaan yang visioner, adaptif, dan mampu menghadapi perubahan global.
Transformasi BUMN saat ini tidak hanya berfokus pada efisiensi bisnis. Pemerintah juga mendorong peningkatan daya saing global, penguatan tata kelola, serta penciptaan nilai tambah bagi negara dan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, peran CEO menjadi semakin penting karena menentukan arah strategi perusahaan dalam jangka panjang.
Dony menekankan bahwa transformasi harus berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, pemimpin perusahaan perlu memiliki keberanian mengambil keputusan, kemampuan membangun budaya kerja yang sehat, dan komitmen terhadap perubahan.
Melalui penguatan kepemimpinan, BP BUMN berharap seluruh perusahaan pelat merah mampu menjadi organisasi modern yang kompetitif dan berorientasi masa depan. []















