GLOBALBUSINESS.ID, Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Agenda tersebut berlangsung di Surabaya dan dihadiri jajaran komisaris, direksi, dewan pengawas syariah, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pemegang saham pengendali. Adapun dalem RUPST tersebut memutuskan sejumlah agenda ke depan untuk arah bisnis bank jatim yang kembali menunjukkan kinerja positif.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi terhadap performa perseroan sepanjang 2025. Menurutnya, Bank Jatim mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.
Kinerja perseroan terlihat dari pertumbuhan aset, peningkatan penyaluran kredit, dan penguatan dana pihak ketiga. Bank Jatim juga dinilai berhasil mempertahankan fungsi intermediasi secara optimal sekaligus menjaga stabilitas bisnis secara berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 850,17 miliar atau setara 55 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Nilai dividen per lembar saham mencapai Rp 56,62, meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 54,71 per saham.
Kenaikan pembagian dividen memperkuat posisi saham BJTM sebagai salah satu instrumen investasi menarik di sektor perbankan daerah. Berdasarkan harga penutupan saham pada awal Mei 2026, indikasi dividend yield BJTM mencapai sekitar 9,60 persen.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menjelaskan bahwa strategi penguatan dana murah, efisiensi operasional, dan peningkatan transaksi digital menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan bisnis perseroan.
RUPST Bank Jatim Perkuat Struktur Organisasi dan Arah Transformasi Digital
Agenda RUPST Bank Jatim tahun ini juga menetapkan perubahan nomenklatur organisasi dan susunan pengurus perseroan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi transformasi untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan daya saing perusahaan.
Bank Jatim mengangkat Andry Wicaksono sebagai calon Direktur Manajemen Risiko. Selain itu, Moh. Nasih yang sebelumnya menjabat anggota Dewan Pengawas Syariah kini dipercaya sebagai Komisaris Independen.
Perubahan struktur organisasi juga dilakukan pada beberapa posisi direksi agar lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis modern dan perkembangan industri perbankan nasional.
Manajemen terus mempercepat transformasi digital sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Bank Jatim ingin memperkuat layanan berbasis teknologi sekaligus meningkatkan efisiensi proses bisnis.
Khofifah menilai transformasi tersebut penting untuk memperkuat posisi Bank Jatim sebagai regional champion dan motor penggerak ekonomi daerah. Ia juga mendorong optimalisasi Kelompok Usaha Bank (KUB), penguatan ekosistem bisnis daerah, dan peningkatan pembiayaan sektor produktif.
Menurutnya, Bank Jatim memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Perseroan tidak hanya berperan sebagai lembaga intermediasi, tetapi juga penghubung antara kekuatan fiskal daerah dan sektor riil.
Sepanjang 2025, Bank Jatim mencatat pertumbuhan aset konsolidasi sebesar Rp 168,85 triliun atau naik 42,93 persen secara tahunan. Laba bersih konsolidasi mencapai Rp 1,61 triliun, meningkat 24,80 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sementara pada level bank only, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,546 triliun. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh Bank Pembangunan Daerah di Indonesia.
Kinerja positif juga berlanjut pada kuartal I 2026. Bank Jatim membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 661 miliar atau tumbuh 90,41 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp 2,35 triliun. Penyaluran kredit konsolidasi juga tumbuh signifikan menjadi Rp 109,22 triliun.
Selain memperkuat bisnis inti, perseroan terus meningkatkan sinergi dengan UMKM dan memperluas layanan digital. Strategi tersebut membantu meningkatkan kenyamanan nasabah sekaligus memperluas basis pasar perusahaan.
Ke depan, manajemen optimistis pertumbuhan bisnis tetap terjaga melalui penguatan fundamental perusahaan, manajemen risiko yang disiplin, dan pengembangan bisnis yang selektif.
Dengan transformasi berkelanjutan serta dukungan pemegang saham, Bank Jatim diyakini mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu bank pembangunan daerah terbesar dan paling kompetitif di Indonesia.berdasarkan hasil RUPS Tahunan Tahun Buku 2025, susunan Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi Bank Jatim setelah pelaksanaan RUPS Tahunan
Tahun Buku 2025 adalah sebagai berikut:
Komisaris Utama Independen : Adi Sulistyowati
Komisaris : Adhy Karyono
Komisaris Independen : Muhammad Mas’ud
Komisaris Independen : Dadang Setiabudi
Komisaris Independen : Asri Agung Putra
Calon Komisaris Independen : Moh. Nasih
Direktur Utama : Winardi Legowo
Wakil Direktur Utama : R. Arief Wicaksono
Direktur Ritel & Syariah : Tonny Prasetyo
Direktur Kepatuhan : Umi Rodiyah
Direktur Keuangan & Tresuri : RM Wahyukusumo Wisnubroto
Direktur Menengah, Korporasi, dan Kelembagaan : Arif Suhirman
Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi : Wiweko Probojakti
Calon Direktur Manajemen Risiko : Andry Wicaksono
Ketua Dewan Pengawas Syariah : KH Afifuddin Muhajir
Anggota Dewan Pengawas Syariah : Tamhid Masyhudi
Calon Anggota Dewan Pengawas Syariah : Abdullah Syamsul Arifin. []














