GLOBALBUSINESS.ID, Jakarta – PT PLN (Persero) Group memperkuat langkah transformasi energi melalui ajang Electricity Connect 2026 di ICE BSD City. Dalam kegiatan tersebut, PLN Group menandatangani lima kolaborasi strategis dengan estimasi nilai mencapai Rp3,3 triliun.
Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi energi bersih sekaligus mendukung kemandirian energi nasional. Kolaborasi mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari pengembangan energi terbarukan hingga penguatan industri kelistrikan dalam negeri.
Lima kerja sama tersebut meliputi program dedieselisasi melalui kombinasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Battery Energy Storage System (BESS) untuk wilayah terpencil. Selain itu, PLN juga mendorong modernisasi Gardu Induk Tegangan Tinggi berbasis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Kerja sama lain mencakup penguatan rantai pasok komponen kelistrikan, alih teknologi, pemeliharaan aset generator dan motor listrik, serta ekspansi layanan maintenance, repair, and overhaul (MRO) pembangkit ke kawasan Asia Pasifik.
Electricity Connect 2026 Dorong Ekosistem Energi Bersih dan Kedaulatan Energi Nasional
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah terus menjaga komitmen menuju Net Zero Emission (NZE). Pemerintah juga mendorong pengembangan energi baru terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi.
Menurut Bahlil, strategi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kedaulatan energi Indonesia. Salah satu program utama adalah pengembangan PLTS dengan kapasitas hingga 100 gigawatt (GW).
Program tersebut membutuhkan investasi sekitar Rp1.140 triliun. Pemerintah memperkirakan pengembangan PLTS 100 GW mampu memberikan penghematan hingga Rp73,9 triliun per tahun.
Selain manfaat ekonomi, proyek tersebut juga berpotensi menciptakan jutaan lapangan kerja. Program energi surya ini diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga 140,16 juta ton CO2.
Bahlil menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan investor. Menurutnya, pengembangan proyek energi harus mengutamakan produk dalam negeri agar industri nasional semakin berkembang.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan sistem kelistrikan menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Kebutuhan listrik terus meningkat seiring perkembangan hilirisasi industri, pusat data, digitalisasi, dan elektrifikasi.
PLN terus memperkuat infrastruktur melalui pengembangan PLTS 100 GW, teknologi BESS, Green Enabling Super Grid, serta digitalisasi sistem kelistrikan secara menyeluruh.
Darmawan menilai Electricity Connect 2026 menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, PLN, investor, dan penyedia teknologi. Forum tersebut mempertemukan kebutuhan energi Indonesia dengan inovasi global.
Menurutnya, lima kesepakatan strategis senilai Rp3,3 triliun menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi industri dapat menghasilkan program konkret.
Penguatan ekosistem energi tersebut diharapkan memberikan dampak luas bagi perekonomian. Investasi baru akan mendorong pertumbuhan industri, mempercepat adopsi teknologi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Melalui kolaborasi berkelanjutan, PLN Group optimistis dapat mempercepat transisi energi nasional. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem kelistrikan yang andal, terjangkau, dan ramah lingkungan. []














