GLOBALBUSINESS.ID, Jakarta – Kinerja Indosat menunjukkan pertumbuhan impresif sepanjang sembilan bulan pertama 2026. PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan laba bersih Rp4,92 triliun hingga September 2026.
Pencapaian tersebut melonjak 37,2% dibandingkan Rp3,59 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini mencerminkan penguatan bisnis telekomunikasi sekaligus kemampuan perusahaan meningkatkan profitabilitas di tengah perkembangan ekonomi digital nasional.
Indosat juga mencatat pendapatan konsolidasian Rp45,75 triliun, tumbuh 11,1% dari Rp41,16 triliun pada Januari–September 2025.
Sementara itu, laba usaha meningkat 25,5% menjadi Rp9,84 triliun. Laba sebelum pajak turut melonjak 36,2% hingga mencapai Rp6,46 triliun.
Perusahaan mencatat EBITDA sebesar Rp21,05 triliun, meningkat 8,8% dengan margin sekitar 46%.
Rangkaian pencapaian tersebut menunjukkan kemampuan Indosat menjaga pertumbuhan operasional sekaligus memperkuat fondasi keuangan untuk pengembangan bisnis jangka panjang.
Kinerja Indosat Menguat Berkat Bisnis Seluler dan Transformasi Digital
Layanan seluler tetap menjadi penggerak utama pendapatan Indosat sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Segmen tersebut menghasilkan Rp37,85 triliun atau meningkat 9,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, bisnis multimedia, komunikasi data, dan internet mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 20,7% menjadi Rp7,24 triliun.
Pendapatan telekomunikasi tetap juga meningkat 8,6% hingga mencapai Rp656,2 miliar.
Pertumbuhan tersebut memperlihatkan meningkatnya kontribusi layanan konektivitas dan solusi digital terhadap bisnis perusahaan.
Indosat memiliki sekitar 91,5 juta pelanggan seluler hingga September 2026. Rata-rata pendapatan per pengguna meningkat 16,5% menjadi Rp46.000.
Selain itu, trafik data tumbuh 16% menjadi 14.829 petabyte, sejalan dengan kebutuhan konektivitas masyarakat.
Untuk memperkuat kualitas jaringan, Indosat mengoperasikan sekitar 216 ribu BTS 4G dan 19 ribu BTS 5G.
Ekspansi infrastruktur tersebut menjadi modal penting untuk menghadirkan pengalaman digital yang semakin andal bagi pelanggan.
Indosat juga memperkuat transformasi menuju perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI TechCo.
Strategi ini membuka peluang pengembangan layanan digital bernilai tambah sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan.
Dari sisi keuangan, total aset Indosat mencapai Rp147,64 triliun atau meningkat 24,5% dibandingkan akhir 2025.
Kas dan setara kas juga mencapai Rp8,21 triliun. Namun, total liabilitas meningkat menjadi Rp106,85 triliun.
Karena itu, perusahaan tetap perlu menjaga efisiensi, disiplin investasi, dan pengelolaan kewajiban keuangan.
Ke depan, pertumbuhan layanan data, pengembangan jaringan 5G, dan inovasi teknologi berpotensi memperkuat pendapatan Indosat.
Dengan fundamental bisnis yang terus berkembang, Indosat memiliki peluang meningkatkan kontribusi terhadap transformasi ekonomi digital Indonesia. []















