GLOBALBUSINESS.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka peluang untuk bangkit pada perdagangan Rabu, 14 Oktober 2026. Peluang tersebut muncul setelah indeks mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir.
Pada perdagangan Selasa, IHSG turun 0,17 persen ke level 5.926. Indeks sempat mendapat tekanan jual kuat pada awal perdagangan. Namun, aksi beli kembali muncul menjelang penutupan.
Investor asing juga mencatat net foreign buy sekitar Rp5,8 miliar di pasar reguler. Kondisi tersebut memberi sedikit ruang bagi IHSG untuk melakukan pemulihan.
BRI Danareksa Sekuritas menilai peluang technical rebound masih membutuhkan konfirmasi. Secara teknikal, IHSG membentuk pola hammer di area support 5.850–5.800.
Pola tersebut membuka peluang penguatan indeks. Namun, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan momentum bearish.
Jika IHSG mampu bertahan di atas support, peluang menuju area resistance terbuka. Resistance terdekat berada pada level 6.000–6.020.
Sebaliknya, tekanan jual dapat kembali meningkat jika IHSG menembus support 5.850–5.800. Dalam skenario tersebut, indeks berpotensi bergerak menuju level 5.750.
IHSG Hari Ini Dibayangi Sentimen Global
Pelaku pasar juga perlu mencermati sejumlah sentimen global. Evaluasi indeks MSCI menjadi salah satu perhatian investor. Ketegangan geopolitik turut menambah ketidakpastian pasar.
Kebijakan moneter Federal Reserve juga menjadi faktor penting. Investor menunggu data inflasi Amerika Serikat untuk membaca arah kebijakan suku bunga.
Data Consumer Price Index (CPI) AS periode September 2026 menjadi perhatian utama. Konsensus pasar memperkirakan inflasi tahunan mencapai 3,6 persen.
Angka tersebut meningkat dari 3,4 persen pada Agustus. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat dolar AS.
Kondisi tersebut berpotensi menekan rupiah. Arus modal asing di pasar saham domestik juga dapat ikut terpengaruh.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah saham masuk radar analis. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) untuk strategi swing trade.
Area beli PTBA berada di Rp3.150–Rp3.250. Target harga mencapai Rp3.320–Rp3.420. Stop loss berada di bawah Rp3.100.
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga masuk pilihan. Area beli berada di Rp8.000–Rp8.100. Target harga mencapai Rp8.300–Rp8.600.
Untuk EMAS, investor perlu mencermati batas risiko di bawah Rp7.700. Sementara itu, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mendapat strategi day trade.
Area beli ERAA berada di atas Rp630. Target harga mencapai Rp655–Rp670. Batas risiko berada di bawah Rp600.
MNC Sekuritas turut memberikan sejumlah rekomendasi. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mendapat rekomendasi Trading Buy pada Rp1.220–Rp1.240.
Target harga ARCI berada di Rp1.290 dan Rp1.360. Sementara itu, stop loss berada di bawah Rp1.210.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mendapat strategi Buy on Weakness. Area beli berada di Rp3.850–Rp3.910.
Analis menetapkan target BMRI pada Rp4.120 dan Rp4.210. Batas risiko berada di bawah Rp3.810.
PT Indika Energy Tbk (INDY) juga masuk radar dengan strategi serupa. Area beli berada di Rp2.640–Rp2.680.
Target INDY mencapai Rp2.780 dan Rp2.990. Stop loss berada di bawah Rp2.570.
Dengan berbagai sentimen tersebut, arah IHSG masih membutuhkan konfirmasi. Investor perlu mencermati support dan resistance sebelum mengambil keputusan.
Rekomendasi analis menjadi bahan pertimbangan, bukan jaminan keuntungan. Investor tetap perlu menyesuaikan strategi dengan profil risiko masing-masing. []














