GLOBALBUSINESS.ID, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 pada 5 Juni 2026, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menegaskan komitmennya mendukung pelestarian lingkungan dengan mengurangi emisi karbondioksida (dekarbonisasi).
Sebagai perusahaan jasa maritim terintegrasi, pengurangan emisi pada aspek operasional dilakukan dengan memanfaatkan energi bersih dan teknologi ramah lingkungan pada sejumlah aset operasional.
Plt Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental, Eko Cahyadi menyampaikan, beberapa kapalnya telah menggunakan panel surya sebagai bahan bakar penggerak, yang dikombinasikan dengan bahan bakar fosil. Selain memanfaatkan sinar matahari ini, energi bersih lainnya seperti Liquefaction Natural Gas (LNG) juga menjadi sumber energi.
Melalui penggunaan energi bersih, pada tahun 2025, PTK berhasil menurunkan emisi hingga 1.097 ton CO₂e. “Langkah PTK ini merupakan upaya untuk menjaga lingkungan, terutama guna mendukung ketahanan industri maritim nasional,” jelas Eko.
Sejalan dengan komitmen pelestarian lingkungan tersebut, VP Legal & Relations PT Pertamina Trans Kontinental Amran Reza menambahkan, PTK juga menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang fokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir.
Salah satunya, pengembangan Desa Energi Berdikari (DEB) Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur. Pada program ini, PTK memberi pendampingan masyarakat untuk memanfaatkan energi baru terbarukan, sekaligus membangun kemandirian ekonomi dengan budidaya ikan bioflok dan tanaman hidroponik.
Amran mengungkapkan, energi bersih berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di DEB Kariangau telah menghasilkan efisiensi energi sebesar 535 kWh per bulan, serta berkontribusi pada pengurangan emisi karbon hingga 55 kg CO₂ per bulan.
Melalui pendampingan yang intens, DEB Karingau juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di wilayah tersebut. Pengembangan ikan bioflok memberikan pendapatan dari penjualan ikan sebesar Rp4.850.000/bulan, sementara penjualan sayuran hidroponik memberikan pendapatan hingga Rp958.000/bulan.
“Peran PTK dalam memberdayakan masyarakat pesisir dan menjaga kelestarian lingkungan sejalan dengan target pembangunan keberlanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dan Asta Cita Pemerintah, terutama dalam hal mendukung kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat setempat,” jelas Amran.
Dia menambahkan, program TJSL lain meliputi penanaman mangrove, aksi bersih pesisir (coastal clean up), edukasi lingkungan bagi masyarakat dan generasi muda, serta berbagai inisiatif yang mendukung terciptanya ekosistem pesisir yang lebih lestari dan berkelanjutan.
“Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momen memperkuat komitmen PTK dalam menjaga industri maritim yang lebih hijau, tangguh, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” jelas Amran.
Sebagai perusahaan logistik energi maritim, PTK saat ini mengoperasikan ratusan armada kapal di sejumlah wilayah strategis Indonesia. Perusahaan juga mencatat tingkat keandalan layanan di atas 99 persen, mencerminkan performa operasional yang mengedepankan ketepatan waktu serta keselamatan. Operasional terintegrasi PTK mencakup layanan Support Vessel Provider, Marine Service, Port Operations Services, hingga Shorebase. []















