, , , ,

Sektor Properti Diproyeksikan akan Semakin Baik

by
sektor properti

Kinerja sektor properti tahun ini bisa dikatakan penuh dengan tantangan. Melambatnya pertumbuhan industri ini tidak terlepas dari naiknya bunga kredit perbankan imbas dari kenaikan suku bunga acuan yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI).

Namun kinerja sektor properti sampai dengan semester I/2018 masih dianggap baik di tengah tren peningakan suku bunga. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, setidaknya dengan adanya relaksasi loan to value (LTV) yang diterbitkan BI memberikan dampak positif terhadap sektor properti, selain juga relaksasi yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Adanya relaksasi memberikan pengaruh yang sangat baik. Masyarakat yang mau beli rumah DP nya tidak terlalu besar meskipun ada persyaratan di dalamnya,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, yang menjadi perhatian masyarakat saat ini bukan bunga pinjamannya melainkan uang muka yang murah. Sementara itu, bunga pinjaman ke depannya juga diproyeksikan akan turun.

“Akhir tahun depan bunga kredit akan turun,” ujarnya.

Hariyadi memastikan usai penyelenggaraan Pemilihan Presiden 2019 kinerja sektor property akan melesat lebih baik. Terlebih saat ini dampak kebijakan LTV sudah mulai tampak terhadap kinerja properti.

“Saya melihat usai pilpres atau seteah semester I/2018, sektor property akan tumbuh jauh lebih baik,” tuturnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.