ESG DORONG KINERJA LEBIH TANGGUH
Implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di tubuh PT Pegadaian kini terbukti memberikan dampak positif yang signifikan terhadap performa bisnis perusahaan. Tak sekadar membangun reputasi, ESG telah menjadi instrumen penting dalam menciptakan nilai bisnis jangka panjang dan memperkuat ketahanan operasional.
“Dampak positif dari program ESG terhadap kinerja perusahaan sangat signifikan dan meluas,” ujar Rully Yusuf.
Menurutnya, keberhasilan Pegadaian dalam menjalankan ESG bukan hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi dari bagaimana prinsip keberlanjutan tersebut menyatu dalam strategi bisnis inti perusahaan.
Dalam aspek tata kelola (governance), penerapan ESG membantu Pegadaian menjadi lebih disiplin dalam menjaga regulasi, mitigasi risiko, dan ketahanan bisnis.
Konsistensi itu dibuktikan dengan diraihnya kembali sertifikat ISO 22301:2019 — standar internasional untuk Business Continuity Management System (BCMS).
Sertifikasi ini menunjukkan bahwa sistem operasional Pegadaian tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi gangguan, seperti bencana, pandemi, hingga krisis keuangan.
“ESG membantu kami memperkuat pondasi tata kelola dan memastikan keberlangsungan layanan kepada masyarakat tetap terjaga,” tegas Rully.
Dari sisi sosial, inisiatif ESG turut memperluas jangkauan bisnis Pegadaian melalui berbagai program literasi dan edukasi keuangan. Melalui kegiatan edukasi investasi emas dan pemberdayaan masyarakat, Pegadaian berhasil membuka segmen pasar baru yang sebelumnya belum tersentuh, terutama di wilayah dengan tingkat inklusi keuangan rendah.
“ESG membuat kami lebih dekat dengan masyarakat akar rumput, terutama dalam memperkenalkan literasi investasi emas dan layanan keuangan mikro,” jelas Rully.
Langkah ini sekaligus memperkuat peran Pegadaian sebagai akselerator inklusi keuangan nasional yang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Pada pilar lingkungan (environmental), Pegadaian juga menunjukkan hasil konkret melalui penurunan konsumsi energi dan komitmen terhadap dekarbonisasi.
Sepanjang tahun 2024, intensitas penggunaan energi turun signifikan menjadi 4,08 Gigajoules per Miliar Rupiah, dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,57 Gigajoules per Miliar Rupiah (Sumber: Sustainability Report 2024).
“Efisiensi energi bukan sekadar target operasional, tapi langkah nyata kami dalam mendukung agenda nasional menuju ekonomi hijau,” ungkap Rully.
Inisiatif ini melibatkan penerapan teknologi hemat energi, optimalisasi sistem pendingin dan pencahayaan, serta pengurangan bahan bakar pada armada operasional perusahaan.
Menurut Rully, keberhasilan ESG Pegadaian terletak pada kemampuannya mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh aspek bisnis, mulai dari manajemen risiko, operasional, hingga strategi jangka panjang.
Dengan pendekatan ini, Pegadaian tidak hanya mampu menjaga daya saing di tengah tantangan global, tetapi juga memastikan keberlanjutan bisnis di masa depan.
“Program ESG membantu Pegadaian menjadi perusahaan yang berumur panjang dan relevan dengan perubahan zaman. Dengan fondasi ini, kinerja tinggi akan mengikuti,” ujarnya Tutup Rully. []

















