Kimia Farma Akuisisi Phapros Senilai Rp1,36 Triliun

by
Kimia Farma

Kimia Farma / PT Kimia Farma (Persero) Tbk mengakuisisi PT Phapros Tbk, anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero). Pengalihan perusahaan diresmikan melalui penandatanganan perjanjian jual beli saham.

Melalui aksi korporasi ini, Kimia Farma resmi memiliki saham mayoritas Phapros sebanyak 476.901.860 saham atau dengan persentase 56,77% saham milik PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dengan nilai akuisisi sebesar Rp 1,36 triliun.

Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Wahyu Kuncoro mewakili Menteri BUMN mengungkapkan akuisisi Phapros oleh Kimia Farma merupakan wujud dari sinergi BUMN untuk meningkatkan portofolio produk dari kedua perusahaan, serta mendorong terciptanya efisiensi.

Nantinya, kedua perusahaan akan bersinergi untuk memacu pertumbuhan industri farmasi di Indonesia guna mengoptimalkan akses layanan dan produk kesehatan untuk masyarakat.

Bergabungnya Phapros dengan Kimia Farma diharapkan dapat membawa sejumlah manfaat untuk masyarakat dan negara. Dengan kepemilikan lini bisnis yang sama, langkah strategis ini dinilai akan memperluas akses layanan kesehatan dan produk farmasi dalam mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Selain itu, akan pula menciptakan efisiensi biaya operasional dan distribusi barang, meningkatkan diversifikasi portofolio produk, serta memperkuat jaringan produksi.

“Sebagai salah satu ujung tombak industri layanan kesehatan milik negara, Kimia Farma berkomitmen untuk memajukan industri farmasi guna mewujudkan kesehatan masyarakat. Semoga bergabungnya Phapros dengan Kimia Farma dapat memperkuat dan memperluas layanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Direktur Utama Kimia Farma Honesti Basyir dalam keterangan tertulis.

Dorong Kinerja Kimia Farma

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama RNI B. Didik Prasetyo mengungkapkan ini menjadi salah satu momentum bersejarah bagi RNI dalam mendukung sinergi BUMN.

“Sebagai agen pembangunan negara, kami turut mendorong tercapainya cita–cita pemerintah termasuk dalam percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan,“ ucap Didik.

Aksi akuisisi Phapros oleh Kimia Farma dinilai akan memperkuat kinerja keuangan kedua entitas, sehingga nilai investasi meningkat. Selain bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan, aksi korporasi ini juga bertujuan memberi pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan Kimia Farma dan Phapros, baik kelengkapan portofolio produk, ketersediaan produk, dan akses penyebaran produk yang lebih baik.

Bagi RNI, aksi korporasi ini bagian dari upaya mempercepat agenda transformasi RNI melalui pengembangan bisnis baru serta fokus memperkuat lini bisnis eksisting yang menjadi prioritas, di antaranya distribusi dan perdagangan serta properti.

Sebagai informasi, Kimia Farma merupakan BUMN Farmasi terbesar di Indonesia dengan layanan kesehatan dari hulu ke hilir yang meliputi pabrik, manufaktur bahan baku obat, Research & Development, pemasaran, bisnis internasional, perdagangan dab distribusi, layanan apotek, diagnostik, dan klinik kesehatan. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.