, , , , , , , , , ,

Kiat Industri Farmasi Hadapi Amukan Dollar AS

by
industri farmasi
industri farmasi

Merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berimbas terhadap sejumlah industri di tanah air khususnya industri yang berbasis bahan baku impor. Sebut saja industri farmasi. Namun menyikapi amukan dollar AS tersebut, industri farmasi di tanah air telah jauh-jauh hari menggunakan bahan baku lokal berbasis alam.

Menurut Wakil Ketua Umum GP Farmasi, Ferry A Soetikno, industri obat-obatan di tanah air sebagaian bahan bakunya masih bergantung terhadap impor, sehingga rentan terhadap gejolak nilai tukar rupiah.

“Kita terus tingkatkan efisiensi dan kami tegaskan tidak serta merta menaikan harga,” paparnya.

“Realitanya bahan baku obat masih banyak diimpor. Kita coba untuk tingkatkan efisiensi. tidak serta merta menaikkan harga,” ungkapnya.

Baca Juga: BUMN Tingkatkan Ekspor Untuk Perkuat Rupiah

Lebih lanjut ia mengatakan jika melemahnya rupiah saat ini tidak mengganggu pertumbuhan industri farmasi di tanah air. Adanya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mampu mendorong permintaan produk obat.

“JKN perlu mendapat apresiasi karena kita mampu menghasilkan produk yang begitu besar,” ujarnya.

Saat ini, pelaku industri farmasi di tanah air mulai beralih menggunakan bahan bakulokal sehingga diharapkan semakin mengurangi ketergantungan terhadap impor.

“Apalagi dollar AS sedang tinggi-tingginya,” imbuhnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.