, , , , , ,

Industri Telekomunikasi Tumbuh Melambat

by
industri telekomunikasi tumbuh melambat

Sektor informasi dan komunikasi pada 2018 tumbuh melambat yakni 6,06% yoy, terendah sejak 2011.

Meskipun demikian, sektor ini masih tumbuh diatas pertumbuhan ekonomi nasional. Secara kumulatif, pertumbuhan sektor informasi dan komunikasi pada IH18 sebesar 8,7% yoy.

Fenomena yang menarik adalah saat pertumbuhan ekonomi membaik justru pertumbuhan sektor informasi dan komunikasi melambat. Faktor utama penyebab perlambatan pertumbuhan sektor telekomunikasi pada 1H18 adalah kewajiban registrasi kartu SIM yang telah diterapkan secara bertahap.

Pemerintah telah mewajibkan registrasi kartu SIM melalui peraturan Peraturan Menkominfo No. 14/2017. Registrasi kartu SIM dilakukan dengan mendartarkan nomor ponsel dengan mencantumkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan Nomor KK (Kartu Keluarga), diberlakukan sejak 31 Oktober 2018 dan berakhir pada Mei 2018.Kebijakan ini bertujuan mencegah penyalahgunaan nomor ponsel, sehingga data pelanggan menjadi lebih valid dan melindungi konsumen dari tindakan kejahatan melalui ponsel.

Kebijakan registrasi kartu SIM telah menyebabkan jumlah pelanggan menjadi berkurang. Jumlah pelanggan Telkomsel pada 2Q18 berkurang menjadi 178 juta pelanggan dari 1Q18 yang sebanyak 193 juta pelanggan. Begitu pula jumlah pelanggan Indosat dan XL yang menurun dari masing-masing 96,2 juta pelanggan dan 54,5 juta pelanggan pada 1Q18 menjadi 75,3 pelanggan dan 52,9 juta pelanggan pada 2Q18.

Registrasi kartu SIM akan mendorong industri telekomunikasi menjadi lebih efisien karena menurunnya Churn Rate (tingkat pergantian kartu SIM atau pindah-pindah operator) dan mengurangi biaya produksi kartu. Namun, kebijakan ini akan berdampak negatif terhadap pedagang ritel pulsa.Alasannya, kebijakan tersebut dapat mengurangi penjualan kartu perdana. Selama ini, keuntungan yang besar dari penjual pulsa adalah penjualan kartu perdana.

Kondisi sekarang ini semakin menyulitkan penjual pulsa mengingat sebelumnya pemberlakuan hard cluster. Sistem Hard Cluster yang telah diberlakukan oleh operator merugikan dealer dan pedagang pulsa eceran. Hard cluster merupakan pembagian wilayah distribusi pulsa. Operator melakukan clustering dengan cara membagi area penjualnya di seluruh Indonesia menjadi beberapa cluster dan melakukan geolocking (penguncian wilayah cakupan) untuk chip masing-masing agar chip tersebut hanya digunakan pada cluster yang sudah ditentukan saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.