Efisiensi Menggunakan Transportasi Publik

by
Transportasi Publik

– Oleh: Alfian Setya Saputra –

Menuju Jakarta Lancar, Jakarta Hebat. Jakarta adalah daerah kecil di bagian Pulau Jawa yang dijadikan sebagai ibukota Indonesia, maka jangan heran bila berbagai kendaraan memenuhi jalanan di Jakarta dari pagi sampai malam guna mengangkut sang pemilik kendaraan untuk sampai ke tujuan.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya jumlah kendaraan bermotor di Jakarta dan sekitarnya sebanyak 5.500 hingga 6.000 unit kendaraan per hari jumlah tersebut didominasi oleh pertambahan sepeda motor yang mencapai 4.000 hingga 4.500 per hari sedangkan pertumbuhan kendaraan roda empat sebanyak 1.600 unit per hari.

Baca Juga: Ari Askhara “New Hope” Garuda Indonesia

Jumlah yang tergolong besar untuk memenuhi jalanan di kota Jakarta yang bukan hanya menyebabkan kemacetan, polusi udara, tetapi terbuangnya waktu penting hanya untuk mengantri di jalanan ibukota negara Indonesia tersebut.

Namun, ada beberapa cara efisien untuk melewati kekurangan tersebut. Cara yang dilakukan pemerintah yaitu memberlakukan ganjil – genap di kawasan tertentu dan kebijakan yang paling efektif mengurangi kemacetan adalah segera menghadirkan moda transportasi massal yang terintegrasi, sehingga menghubungkan seluruh penjuru Ibu Kota dengan kota-kota penyangga, sehingga seluruh pergerakan warga terlayani oleh transportasi publik.

Data Transportasi Publik

Salah satu usaha untuk menghindari kemacetan bisa dengan cara yaitu naik kendraan transportasi publik. Yaitu, Bus Transjakarta. Transjakarta adalah sebuah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta, Indonesia. TransJakarta dirancang sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas ibukota yang sangat padat. Dengan jalur lintasan terpanjang di dunia (251.2 km), serta memiliki 260 halte yang tersebar dalam 13 koridor, Transjakarta yang awalnya beroperasi mulai Pkl. 05.00 – Pkl. 22.00 WIB, kini beroperasi 24 jam. Sampai tahun 2013, Transjakarta memiliki 12 dari 15 koridor utama yang direncanakan dan saling terintegrasi tiap koridornya dan tersebar di seluruh wilayah Jakarta.

Manajer Humas Perum PPD, Desi Puspita Sari menjelaskan ”Efisiensi dari transportasi umum jelas bisa mengurangi kemacetan karena pengurangan kendaraan pribadi sangat berpengaruh untuk menanggulangi kemacetan di Ibu Kota kita ini khususnya. Akan tetapi ini tergantung dari komitmen pengendara pribadi, apakah akan terus berkomitmen untuk mnggunakan transportasi umum atau tidak”.

Baca Juga : Bank BUMN Percaya Diri Berlari Kencang di 2019

Pernyataan tersebut membuktikan sebenarnya pemerintah sudah melakukan kampanye dengan jargon perhubungan dengan #AyoNaikBus agar para pengguna kendaraan pribadi bisa antusias untuk mencoba angkutan umum yang sudah di siapkan dengan fasilitas memadai yang sudah sesuai dengan standar nasional.

Menurut April sebagai narasumber tentang mengenai Bus Transjakarta “Saya selalu menggunakan transportasi umum dalam berbagai perjalan saya. Salah satunya, Bus Transjakarta itu memudahkan saya. Apalagi jika saya menempuh perjalanan yang jauh lebih menghemat pengeluaran dan memudahkan ke tujuan”.

Yuk! Mari, sama-sama menggunakan Bus Transjakarta. #AyoNaikBus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.